Al-Qur'an sebagai Pedoman Hidup bagi Individu, Masyarakat, dan Negara
TsaqafahAl-Qur'an warisan Rasulullah saw. yang berlaku hingga hari kiamat
hukum-hukumnya tidak akan tergerus oleh zaman dan tidak lekang oleh waktu
_________________________
Penulis Dewi Jafar Sidik
Tim Media Kuntum Cahaya
KUNTUMCAHAYA.com, TSAQAFAH - Allah Swt. berfirman dalam surah Al-Baqarah ayat 185 yang bunyinya:
“Ramadan, adalah bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al-Qur'an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang batil).
Inilah salah satu dari keistimewaan bulan Ramadan, yakni Ramadan adalah bulan Al-Qur'an. Pada bulan yang mulia ini Al-Qur'an diturunkan oleh Allah Swt.. Setiap 17 Ramadan diperingati sebagai Nuzulul Qur'an yang secara harfiah artinya "turunnya Al-Qur'an". Merujuk pada peristiwa turunnya wahyu pertama dari Allah Swt. kepada Kanjeng Nabi Muhammad saw. melalui Malaikat Jibril di Gua Hira.
Diwartakan oleh Metrotvnews.com, 16 Maret 2025, yang bertepatan dengan 16 Ramadan 1446 Hijriah. Kementerian Agama menggelar 350 ribu khataman Al-Qur'an, Kanwil Kemenag Sulawesi Selatan turut ikut serta dalam peringatan Nuzulul Qur'an ini. Program bertema Indonesia Khataman Al-Qur'an di SulSel, dipusatkan di Aula Kantor Wilayah Kemenag Sulawesi Selatan Makassar. Program ini diharapkan mampu menguatkan semangat keislaman dan kebangsaan, serta mengajak umat muslim untuk mencintai, memahami, dan meneladani Al-Qur'an.
Kegiatan mulia tersebut perlu terus dilaksanakan agar dapat mendorong menguatnya semangat keislaman di kalangan umat muslim. Supaya umat muslim selalu mencintai Al-Qur'an dengan senantiasa mempelajari, membaca, memahami, dan mengamalkan dalam kehidupannya.
Al-Qur'an Pedoman Hidup
Al-Qur'an adalah petunjuk bagi manusia supaya tidak terjerumus ke dalam kemaksiatan. Al-Qur'an sebagai cahaya penerang agar manusia tidak tersesat dalam menjalani kehidupannya. Al-Qur'an sebagai petunjuk dan arah bagi tercapainya keselamatan dan kebahagiaan manusia di dunia dan di akhirat.
Al-Qur'an warisan Rasulullah saw. yang berlaku hingga hari kiamat, hukum-hukumnya tidak akan tergerus oleh zaman dan tidak lekang oleh waktu. Kewajiban kaum muslim untuk menjaga warisan tersebut dan menjalankan seluruh hukum-hukum Al-Qur'an dalam setiap langkah kehidupannya. Kemudian menjadikannya sebagai pedoman hidup dalam level pribadi, masyarakat, maupun negara.
Jangan Berpaling dari Al-Qur'an
Dengan membaca dan mengamalkan Al-Qur'an menjadikan seorang muslim lebih baik dari muslim lainnya. Menjadikan seorang muslim dalam menjalani kehidupannya akan lurus dan selamat sesuai dengan kehendak Allah Swt.. Namun sebaliknya, jika mereka berpaling dari Al-Qur'an maka kehidupannya akan ditimpa kesempitan di dunia dan akan mendapat azab yang pedih di akhirat kelak.
Sebagaimana firman Allah Swt. dalam surah Thaha ayat 124 yang bunyinya:
"وَمَنۡ اَعۡرَضَ عَنۡ ذِكۡرِىۡ فَاِنَّ لَـهٗ مَعِيۡشَةً ضَنۡكًا وَّنَحۡشُرُهٗ يَوۡمَ الۡقِيٰمَةِ اَعۡمٰى".
Artinya: "Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya kehidupan yang sempit, dan Kami akan mengumpulkannya pada hari Kiamat dalam keadaan buta."
Mengalami kehidupan yang sempit mungkin sudah lama kita rasakan sebab kita telah berpaling dari hukum Al-Qur'an yang kita terapkan justru hukum buatan manusia padahal negeri kita kaya dengan sumber daya alam (SDA) serta melimpah ruah. Namun, semua itu seakan tidak mendatangkan keberkahan bagi kehidupan umat, malah mendatangkan musibah yang bertubi-tubi.
Bencana yang terus terjadi bisa jadi karena negeri ini tidak mengikuti petunjuk dari aturan Al-Qur'an dalam mengelola SDA, kitab suci Al-Qur'an melarang menumpuknya harta kekayaan pada sekelompok orang. Namun, faktanya sebagian besar kekayaan negeri ini justru dimiliki dan dinikmati oleh segelintir orang yang mempunyai modal besar.
Dalam pandangan Islam, SDA adalah milik umum yang harus dikelola oleh negara dan hasilnya untuk dinikmati bersama oleh seluruh rakyat. Maka demi kesejahteraan bersama, SDA milik umum tidak boleh dikuasai secara pribadi oleh swasta baik perorangan maupun kelompok.
Demikianlah jika manusia mengikuti hawa nafsunya, maka akan menjerumuskan ke dalam kesesatan dan kerusakan. Karena hawa nafsu akan mengantarkan pada kerusakan dan kegelapan, sementara wahyu (Al-Qur'an) akan mengantarkan pada kebaikan dan keberkahan.
Dengan demikian, Al-Qur'an akan menjadi sumber kebahagiaan umat manusia tidak hanya di dunia, tetapi di akhirat juga. Al-Qur'an akan memberi syafaat kepada siapa saja yang senantiasa membaca, akrab, dan berpegang teguh pada perintah dan larangan Al-Qur'an di akhirat kelak.
Negara Wajib Menerapkan Al-Qur'an
Kitab suci Al-Qur'an tidak hanya wajib menjadi pedoman individu dan masyarakat muslim saja, dalam kehidupan bernegara pun Al-Qur'an harus menjadi pedoman. Ini karena Al-Qur'an merupakan mukjizat yang diturunkan Allah Swt. kepada umat manusia melalui manusia terbaik Kanjeng Nabi Muhammad saw..
Al-Qur'an tidak cukup dibaca dan dihafal saja, akan tetapi seluruh isi kandungannya wajib dipahami dan diamalkan dalam kehidupan manusia. Umat muslim mempunyai teladan yaitu Kanjeng Nabi Muhammad saw., karena itu umat harus meneladani kehidupan pribadi dan kepemimpinannya. Kehidupan dan kepemimpinan Rasulullah saw. yang telah sempurna menerapkan hukum-hukum Al-Qur'an secara menyeluruh.
Sayangnya saat ini di negeri yang mayoritas penduduknya muslim, faktanya Al-Qur'an tidak dijadikan sumber perundang-undangan negara, melainkan ideologi kapitalisme yang dijadikan sumber perundang-undangan. Lebih miris jika ada dari kaum muslim yang menolak syariat Islam diterapkan dan menganggap para pejuangnya sebagai kaum radikal.
Berhukum pada hukum Al-Qur'an merupakan bukti keimannan kepada Sang Pencipta. Allah Swt. telah menegaskan agar manusia tidak boleh berhukum pada selain hukum Al-Qur'an. Allah Taala juga menegaskan bahwa tidak ada yang lebih baik dari hukum Al-Qur'an di dunia ini. (Lihat surat Al-Maidah [5]:50)
Apalagi sudah jelas akibat dari mengabaikan Al-Qur'an, negeri ini jauh dari keberkahan. Berbagai bentuk kemungkaran merajalela, seperti kasus korupsi, maraknya judol, perampasan ruang hidup oleh oligharki, bencana alam bertubi-tubi, pergaulan bebas, penyalahgunaan narkoba, dan kemungkaran lainnya.
Berdasarkan fakta tersebut, sudah jelas pentingnya negara menerapkan Al-Qur'an secara menyeluruh dan sempurna dalam segala sendi kehidupan. Sudah seharusnya bulan Ramadan ini dijadikan sebagai momentum untuk membaca, mengamalkan, menerapkan Al-Qur'an secara sempurna baik oleh individu, masyarakat, dan negara. Wallahualam bissawab.