Alt Title

Mudik Gratis ala Kapitalis

Mudik Gratis ala Kapitalis

 



Sudah menjadi rahasia umum kapitalisme sekularistik selalu menetapkan segala kebijakan 

hanya berpijak pada prinsip untung rugi bagi para kapitalis

_______________________


Penulis Ekke Ummu Khoirunisa

Kontributor Media Kuntum Cahaya


KUNTUMCAHAYA.com, OPINI- Lebaran sebentar lagi, pernak-pernik hari kemenangan mulai ramai disiapkan. Seperti biasa tradisi tahunan yang selalu meriah tidak luput dari perhatian pemerintah. Khususnya pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung, juga kembali menggelar kegiatan mudik balik gratis pada masa angkutan lebaran 2025.


Dikutip dari (prmnews.com, 12-03-2025) ada sebanyak 700 kursi gratis yang sudah disiapkan, semua habis dalam 2x24 jam saja. Antusias masyarakat dalam menyambut progam ini membuktikan bahwa keadaan ekonomi masyarakat saat ini tidak baik-baik saja. 


Bagaimana tidak? Pulang kampung atau mudik di hari raya adalah impian semua orang yang merantau mendulang nasib di negeri orang. Bahkan, tidak sedikit masyarakat yang bertahun-tahun menahan rindu pada keluarga karena tidak punya ongkos untuk pulang ke kampung halamannya.


Sekadar Agenda Tahunan 


Antusiasme warga seharusnya menjadi tamparan keras buat pemerintah, bukan malah berbangga diri sebab itu berarti warga masyarakat mengalami kesulitan untuk mudik dengan mengandalkan keuangan pribadi. Apalagi untuk mendapatkan link mudik gratis tidaklah mudah sebab tidak semua bisa mengaksesnya. Terlebih, armada transportasinya pun terbatas padahal pemudik banyak.


Namun, seperti umumnya karakter pemimpin populis menganggap kebijakan-kebijakan seperti ini berpihak pada rakyat dan bisa jadi sekadar agenda tahunan yang menjadi rutinitas saja. Demi menaikan pamor bukan untuk mempermudah dan meriayah masyarakat yang ingin mudik.


Semestinya penyediaan sarana transportasi dan lapangan kerja yang luas bagi rakyat sehingga mereka mempunyai dana yang cukup untuk bersilaturahmi dengan keluarga di kota asalnya. Sudah seharusnya mudik gratis merupakan kewajiban untuk seluruh rakyat dan difasilitasi oleh pemerintah.


Masyarakat di semua kalangan menjadikan  mudik salah satu kepentingan dalam menjaga tali silaturahmi dengan kerabat keluarga. Namun, dalam kapitalisme yang saat ini diterapkan negeri ini tak mampu dalam mewujudkan impian-impian rakyat, berupa mudik aman dan nyaman. Sudah menjadi rahasia umum kapitalisme sekularistik selalu menetapkan segala kebijakan hanya berpijak pada prinsip untung rugi bagi para kapitalis. 


Dalam hadis Rasulullah saw. pernah berdoa, "Ya Allah, barang siapa yang diberi tanggung jawab untuk menangani urusan umatku, lalu ia mempersulit mereka, maka persulitlah hidupnya. Dan, barangsiapa yang diberi tanggung jawab untuk mengusrusi umatku, lalu ia memudahkan urusan mereka, maka mudahkanlah hidupnya." (HR. Al-Bukhari dan Muslim)


Paradigma Sistem Islam 


Dalam paradigma Islam mengatur dan memberikan gambaran yang sempurna mengenai tata kelola, pengaturan fasilitas, dan kebutuhan-kebutuhan rakyat seperti menyediakan alat transportasi yang nyaman juga bebas biaya dan apa pun semuanya itu oleh negara. Konsep dasar dalam sistem Islam mengintegrasikan antara aturan agama yaitu syariat Islam dengan aturan-aturan kehidupan sehingga pelayanan terhadap rakyat adalah prioritas utama.


Dalam hadisnya Rasulullah saw. bersabda, "Sayyid (pemimpin, pejabat, pegawai pemerintah) suatu kaum adalah pelayan (khadim) mereka." (HR. Al-Bukhari dan Muslim)


Gemilangnya Islam sungguh sangat tertanam kuat dalam sejarah peradaban dunia. Salah satunya pembangunan jalan yang memfasilitasi seluruh kebutuhan masyarakat. Perbaikan dan pembangunan jalan raya banyak dilakukan pada masa Kekhilafahan Umayyah. Pemimpin Islam menjalankan amanahnya dengan penuh rasa tanggung jawab. Melayani rakyatnya dengan penuh kasih sayang dan hanya mengharapkan balasan dan rida Allah Swt..


Dalam sistem Islam, seluruh rangkaian kebijakan dan pelayanan dilaksanakan sempurna berdasarkan syariat Islam yang menyeluruh. Semua lapisan masyarakat merasakan ketenangan, kenyamanan, dan stabilitas yang luar biasa. 


Sebagai kaum mukmin yang baik selayaknya kita semua tidak meragukan sedikit pun dan menjadikan Islam sebagai pedoman aturan kehidupan dalam seluruh aspek. Karena hanya dengan sistem Islamlah kejayaan dan kesejahteraan, kenyamanan rakyat dapat diraih sempurna dan menyeluruh. 


Sistem Islam dalam wadah institusi khas, yaitu Khilafah minhajinnubuwah. Satu-satunya sistem yang sahih dan pengaturan teladan yang dicontohkan Rasulullah saw.. Wallahualam bissawab. [SM/MKC]